Kenali Sebelum Mengajukan KPR

Selain pangan, kebutuhan dasar yang harus dipenuhi oleh setiap kepala keluarga bagi anggota keluarganya adalah rumah. Selain berfungsi sebagai tempat berteduh, rumah juga sebagai tempat untuk menjalin kedekatan antar sesama anggota keluarga. Karena itulah memiliki rumah adalah sebuah target tersendiri bagi pasangan yang sudah menikah atau bagi seorang yang sudah berkeluarga. Namun harga rumah yang sangat mahal membuat sebagian keluarga tidak mampu menjangkaunya. Dan bagi mereka yang tidak mampu mengjangkaunya, beberapa bank menawarkan sebuah layanan KPR untuk membantu mewujudkan rumah idaman mereka.

Tentang KPR

KPR atau Kredit Kepemilikan Rumah adalah layanan kredit yang biasanya disediakan oleh pihak bank untuk para nasabahnya. Layanan kredit yang disediakan ini tentu saja khusus untuk kredit pembelian rumah. Sistem KPR yang biasanya digunakan oleh pihak bank adalah dengan cara memfasilitasi pembelian rumah yang dilakukan oleh nasabah diluar dari down payment (DP) yang menjadi tanggungan nasabah atau pembeli rumah. KPR ini biasanya lebih dipilih oleh para pembeli rumah karena KPR memudahkan mereka dalam mendapatkan rumah idaman mereka. Hal ini karena dengan KPR, Anda bisa mendapatkan rumah idaman tanpa harus menyediakan uang secara tunai. Anda cukup menyediakan uang muka dan selebihnya pihak Bank yang akan membantu Anda melunasi pembayaran rumah yang anda idamkan. Dengan persyaratan pengajuan yang tidak terlalu rumit, KPR adalah solusi alternatif mendapatkan rumah idaman dengan mudah.

Jenis-jenis KPR

KPR adalah fasilitas kredit yang diberikan bank kepada nasabahnya dengan menggunakan jaminan atau agunan. Dan berdasarkan agunan atau jaminan ini KPR dibedakan menjadi beberapa jenis.

Berdasarkan agunan atau jaminan yang digunakan KPR dibedakan menjadi:

  • KPR pembelian
  • KPR Refinancing
Baca juga:  Membeli Rumah Dengan Sistem Kredit yang Aman

KPR pembelian adalah KPR dengan sistem rumah yang digunakan sebagai jaminan atau agunan.

Sedangkan KPR refinancing adalah KPR dengan sistem rumah yang baru akan dibeli yang digunakan sebagai agunan atau jaminan.

Ada juga KPR yang digolongkan berdasarkan syarat peminjaman dan suku bunga dibedakan menjadi beberapa yaitu:

  • KPR Konvensional,
  • KPR bersubsidi, dan
  • KPR Syariah.

KPR konvensional adalah fasilitas kredit rumah yang diberikan bank dengan syarat-syarat tertentu yang telah diatur oleh pihak bank yang menyediakan kredit.

Syarat-syarat ini tentu saja harus mengikuti ketentuan kredit yang telah ditetapkan oleh perbankan secara nasional. Pihak perbankan dilarang keras membuat aturan perkreditan diluar dari ketentuan yang telah ditetapkan oleh perbankan nasional. Selain itu suku bunga yang digunakan dalam KPR konvensional ini adalah suku bunga yang digunakan oleh bank pemberi kredit namun tetap berdasarkan suku bunga yang telah ditetapkan oleh perbankan nasional.
Setiap bank yang menyediakan KPR biasanya menggunakan suku bunga yang berbeda.

KPR bersubsidi adalah kredit yang difasilitasi bank kepada nasabahnya yang mengutamakan sasaran masyarakat ekonomi menengah kebawah dalam rangka melaksanakan program pemerintah untuk memfasilitasi kepemilikan rumah sederhana. Sesuai dengan namanya, KPR bersubsidi diberikan kepada keluarga ekonomi menengah kebawah dengan memberikan subsidi atas suku bunga atau uang muka yang ditanggung nasabah atau pembeli rumah.

Sedangkan KPR syariah ini ada dalam rangka menjamin kepemilikan rumah bagi muslim yang terkendala dengan suku bunga yang tidak diperbolehkan dalam islam. Sistem KPR syariah menggunakan prinsip akad jual beli (murahabah) dan juga kerjasama sewa (musyarakah mutanaqishah). Bagi muslim yang ingin mengajukan KPR tidak perlu ragu lagi karena beberapa bak telah menyediakan fasilitas KPR syariah.

Baca juga:  Keuntungan Menggunakan KPR